Biodiesel Satu-Satunya Alternatif Impor BBM

Nova Farida [email protected]

Jakarta - TAMBANG. Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana menegaskan bahwa penggunaan biodiesel merupakan satu-satunya pilihan rakyat Indonesia untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Impor sudah pasti naik terus. Artinya devisa yang kita butuhkan pun akan banyak. Salah satu cara menyendat itu ya dengan manfaatkan biodiesel. Ngga ada opsi lagi, harus dilaksanakan bukan karena saya dirjennya. Tapi ini satu-satunya pilihan rakyat Indonesia dalam mengurangi impor BBM," terang Rida dalam acara Media Gathering di kantornya, Cikini, Jakpus, kemarin (11/11).

Rida menilai, Indonesia sangat kaya akan Crude Pallem Oil (CPO) bahkan terbesar di dunia. Hal itu sangat memungkinkan Indonesia sebagai satu-satunya negara pengguna biodiesel terbesar dan berefek pada pengurangan impor minyak dari luar negeri.

"Soal harga kita juga bisa tentukan sendiri, termasuk sekarang lebih kecil harganya dibandingkan dengan MOPS (Mean Of Plats Singapore). Itu mengenai mandatori jadi mudah-mudahan terjawab, harus jalan ini (biodiesel)," tandasnya.

Ia menuturkan, penggunaan biodiesel sedemikian penting untuk digalakan di Indonesia."Jadi ke depan, Indonesia bakal jadi Arab Saudinya Biodesel. Itu sangat mungkin," terangnya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin