Grup Merdeka Perkuat Ekosistem Pendidikan dan Pengembangan SDM Lokal
Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA) terus memperkuat upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui penyediaan dan peningkatan fasilitas pendidikan, beasiswa, penguatan kapasitas guru, serta pelatihan kerja di wilayah lingkar tambang Grup Merdeka.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan masyarakat lingkar tambang menjadi bagian penting dari investasi sosial perusahaan.
“Bagi Merdeka, pendidikan adalah bagian penting dari investasi sosial perusahaan. Kami ingin masyarakat di sekitar wilayah operasional memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan, keterampilan, dan kesempatan untuk berkembang seiring pertumbuhan perusahaan,” ujarnya, dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (26/5).
Sepanjang 2025, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan dijalankan di berbagai wilayah operasional Grup Merdeka, mulai dari Banyuwangi, Gorontalo, Morowali, Konawe, hingga Maluku Barat Daya.
Program ini mencakup pendampingan sekolah, penyediaan fasilitas belajar, beasiswa, pelatihan berbasis keterampilan kerja, penguatan kapasitas guru, serta pengenalan dunia industri bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat lokal.
Di Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo (BSI) meresmikan Rumah Pintar pertama di Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Pesanggaran, pada November 2025. Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran nonformal bagi pelajar di wilayah lingkar tambang, dengan enam ruang kelas berpendingin udara, mushola, dapur, toilet, serta ruang UMKM.
Dua program utama yang telah berjalan adalah kursus komputer gratis dan kursus bahasa Inggris gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Di Maluku Barat Daya, Tambang Tembaga Wetar yang dikelola PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) memberikan beasiswa kepada 162 siswa dan mahasiswa dari enam desa sekitar wilayah operasional, yakni Lurang, Uhak, Naumatang, Esulit, Nabar, dan Eray.
Program lainnya mencakup pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka bagi 33 guru, bantuan fasilitas sekolah bagi 800 siswa di wilayah Ring I dan II, serta honorarium bagi enam guru TK non-ASN/PNS yang mendukung pendidikan 109 anak Taman Kanak-kanak (TK).
Dukungan pengembangan SDM lokal juga dijalankan PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) melalui anak-anak usahanya di wilayah operasi nikel, yaitu PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI).
Di Konawe, SCM menggelar Mine Tour bagi 90 guru dan tenaga kesehatan, memberikan beasiswa pendidikan tinggi kepada 97 mahasiswa, insentif bagi 48 guru honorer, serta pelatihan dasar dump truck bagi 16 pemuda lokal. SCM juga menjalin kerja sama beasiswa dengan Universitas Lakidende dan menyediakan fasilitas olahraga bagi siswa di sekitar wilayah operasional.
Di Morowali, MTI melaksanakan pelatihan dan sertifikasi operator excavator berbasis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi tujuh warga lokal, dengan enam peserta kini bekerja di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
MTI juga menjalankan Program Merdeka Mengajar bersama Departemen K3 bagi 225 penerima manfaat, menyalurkan peralatan sekolah bagi 339 siswa dan guru SDN Makarti Jaya, serta bantuan perlengkapan TPA bagi 70 santri.
Di Gorontalo, Tambang Emas Pani yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS) bekerja sama dengan Indonesia Mengajar dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Program Pengajar Merdeka Pohuwato. Empat pengajar ditempatkan selama satu tahun di empat sekolah sekitar wilayah lingkar tambang
untuk mendampingi guru, kepala sekolah, dan murid dalam memperkuat metode pembelajaran, manajemen sekolah, serta budaya belajar yang lebih aktif.
Program pendidikan di Tambang Emas Pani juga menjangkau lebih dari 450 penerima manfaat melalui renovasi enam sekolah, bantuan perlengkapan belajar, dukungan bagi anak-anak korban kebakaran di Desa Hulawa, serta kolaborasi dengan MGEI Universitas Hasanuddin untuk memperkenalkan industri pertambangan kepada mahasiswa asal Pohuwato.
Albert mengatakan Grup Merdeka akan terus memperkuat program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.
“Kami percaya peningkatan kualitas SDM harus dibangun secara berkelanjutan. Melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan penguatan kapasitas masyarakat, kami berharap semakin banyak talenta lokal yang memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk berperan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Melalui berbagai program yang telah dijalankan, Grup Merdeka menegaskan komitmennya untuk terus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat di seluruh wilayah operasi.
Perseroan berharap dukungan ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kompetensi dan peluang yang lebih luas di masa depan.