Mengalirkan Kehidupan di Tengah Pemulihan: PAMA Resmikan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh

PT Pamapersada Nusantara meresmikan fasilitas bantuan instalasi air bersih untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah pada Rabu (21/05).

Mengalirkan Kehidupan di Tengah Pemulihan: PAMA Resmikan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh
Proses peresmian instalasi air bersih pasca bencana banjir Aceh di Kabupaten Bener Meriah. Dokumentasi: PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Jakarta, TAMBANG — PT Pamapersada Nusantara (PAMA) meresmikan bantuan instalasi air bersih bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Rabu (21/05).

Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabencana melalui penyediaan akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Program bantuan air bersih tersebut difokuskan untuk tiga desa terdampak, yakni Desa Reje Kampung, Kampung Jamur Uluh, dan Kampung Gajah Putih di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Perwakilan CSR dan External Relation PAMA, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak bencana sekaligus upaya menghadirkan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.

“Kami berharap bantuan instalasi air bersih ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan yang lebih berkelanjutan. PAMA percaya bahwa kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian sosial merupakan kunci untuk membantu masyarakat bangkit kembali pascabencana,” ucapnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5).

Senada dengan hal tersebut, perwakilan manajemen PAMA menyampaikan perusahaan akan terus berupaya menghadirkan program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“PAMA berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial dan kemanusiaan. Kami berharap fasilitas air bersih ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta menghadirkan kembali harapan dan semangat bagi warga terdampak,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bersih bagi 967 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir bandang.

Peresmian bantuan dilaksanakan di Desa Reje Kampung dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah, Armia beserta jajaran pemerintah daerah, perwakilan CSR dan External Relation PAMA, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima manfaat.

Dokumentasi: PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sebelumnya menyebabkan terganggunya infrastruktur dasar masyarakat, termasuk akses terhadap sumber air bersih. Dalam situasi pascabencana, kebutuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, sanitasi, dan aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan standar kebutuhan minimum kemanusiaan, setiap individu setidaknya memerlukan 15–20 liter air bersih per hari untuk kebutuhan konsumsi, memasak, dan sanitasi dasar. Dengan jumlah penerima manfaat mencapai hampir seribu KK, kebutuhan distribusi air bersih menjadi sangat penting dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Selain meresmikan bantuan instalasi air bersih, dalam kegiatan tersebut PAMA juga memberikan santunan kepada 100 anak yatim sebagai bentuk dukungan moril dan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah turut mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat pascabencana. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat proses rehabilitasi sosial dan meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi bencana di masa mendatang.

Melalui semangat keberlanjutan dan nilai gotong royong, PAMA berharap bantuan ini dapat menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat, tangguh, dan produktif pascabencana.

Artikel Terkait

IMA Minta Ada Masa Transisi Dari Kebijakan Tata Kelola Ekspor yang Baru

IMA Minta Ada Masa Transisi Dari Kebijakan Tata Kelola Ekspor yang Baru

Jakarta,TAMBANG,- Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) menegaskan perlunya panduan lebih jelas dalam proses transisi kebijakan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis. “Dibutuhkan kejelasan agar proses negosiasi yang krusial bagi perusahaan dapat tetap berjalan untuk keberlanjutan perusahaan dan menjaga kestabilan pasar,” ungkap Direktur Eksekutif API-IMA, Sari Esayanti. Sebagai

By Egenius Soda