IESR Sayangkan Menteri ESDM Pangkas Anggaran EBTKE

Jakarta-TAMBANG.Presiden Joko Widodo telah sepakat untuk memangkas anggaran Kementrian dan Lembaga yang tidak terkait dengan program inti. Di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral anggaran yang dipangkas senilai Rp.900 miliar. Dimana Pemotongan terbesar dilakukan pada Ditjen EBTKE yang mencakup kegiatan pemasangan solar rooftop pada Bandara, Sosialisasi Program Potong 10% dan Program Indonesia Terang yang akan dilaksanakan di 12.659 desa di enam provinsi di kawasan Timur Indonesia. Langkah ini sangat disayangkan oleh Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR).Fabby menilaipemotongan anggaran pada pada energi terbarukan dan konservasi energi menunjukkan bahwa Menteri Archandra Tahar tidak berpihak dan abai pada pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi. Padahal sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional, pengembangan energi terbarukan diharapkan bisa mencapai 23% dari bauran energi nasional di tahun 2025, dari 5% pada saat ini. Pemotongan ini dikhawatirkan akan memberikan sinyal negatif kepada pelaku usaha, investor dan mitra pembangunan terhadap keseriusan pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan dana konservasi energi. Tidak hanya itu hal ini juga menurut Fabby akan menghambat pelaksanaan Program Indonesia Terang (PIT) yang telah dinantikan oleh enam provinsi di kawasan Timur di Indonesia untuk menerangi 12.600 desa di Indonesia yang hingga kini masih gelap gulita. Dan lebih lagi akan menghambat program prioritas presiden untuk meningkatkan akses layanan listrik dan rasio elektrifikasi nasional sebesar 96% pada tahun 2019. Fabby Tumiwa berharap Menteri ESDM dapat memberikan arahan yang tegas kepada jajarannya dalam mengembangkan energi dan konservasi energi. Menteri ESDM juga diharapkan mendukung implementasi regulasi energi terbarukan melalui Permen No . 19/2016, serta insentif untuk pengembangkan energi terbarukan dan konservasi energi.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin