Krakatau Steel Garap Pesanan Pipa Perdana dari Pertamina

Cilegon - TAMBANG. PT Krakatau Steel (Persero), Tbk mendapatkan pesanan perdana pipa baja untuk sektor migas dalam jumlah besar dari PT Pertamina Hulu Energi. Produksi pipa tersebut akan dikerjakan oleh anak usaha Krakatau Steel, PT KHI Pipe Industries, di pabrik yang baru diresmikan.

"Investasinya Rp 350 miliar. Ini memungkinkan PT KHI masuk ke industri pipa terbesar di Indonesia," ujar Direktur Utama Krakatau Steel, Irfan Hakim, saat persmian pabrik pipa baja kedua PT KHI tersebut, Rabu (26/11/2014).

Pertamina Hulu Energi, yang juga anak usaha dari sebuah perusahaan BUMN, memesan 2.700 ton pipa dari KHI. Pesanan tersebut dijadualkan sudah rampung pertengahan Desember mendatang.

"Saat ini baru 40%," kata Irfan melaporkan perkembangan produksi pesanan produk yang datang bulan lalu itu.

Meski baru diresmikan hari ini, pabrik pipa baja tersebut memang sudah beroperasi sejak 14 Oktober 2014. Irfan menuturkan bahwa pabrik tersebut memilki kapasitas produksi 115.000 ton per tahun, sementara satu gulungan pipa beratnya bisa mencapai 15-17 ton.

Dengan keberadaan pabrik kedua ini, maka total kapasitas produksi PT KHI bertambah menjadi 220.000 ton per tahun. Nizar Rahmat, Direktur Teknik dan Produksi PT KHI, memaparkan bahwa pabrik baru ini difokuskan untuk membuat pipa baja bagi sektor industri minyak dan gas.

"Kita punya dua jenis pipa. Pertama spiral dan kedua coating pipe atau pipa berlapis," jelas Nizar terkait produk yang dikerjakan di pabrik baru tersebut.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin