Lembaga Kerjasama AS Tawarkan Hibah Proyek Energi Terbarukan

Lembaga Kerjasama AS Tawarkan Hibah Proyek Energi Terbarukan

Jakarta - TAMBANG. Sebuah lembaga kerjasama bentukan Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah RI menawarkan hibah bagi proyek energi terbarukan swasta. Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia mempersilakan calon pengembang yang berminat untuk mengajukan proposal proyeknya.

"Hibah ini berupaya meningkatkan investasi proyek energi terbarukan swasta, yang terkoneksi ke jaringan PLN," demikian keterangan yang dituliskan dalam situs resmi MCA-Indonesia, Senin (19/1).

Pengajuan proposal melalui alamat surat elektronik diberi tenggat waktu hingga tanggal 10 April 2015, pukul 12.00 WIB.

Pembentukan lembaga MCA-Indonesia merupakan tindak lanjut dari perjanjian antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah RI melalui Millennium Challenge Corporation (MCC) pada tanggal 19 November 2011. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia melalui pertumbuhan ekonomi.

Salah satu dari tiga proyek yang dimandatkan dalam Perjajian Compact adalah Proyek Kemakmuran Hijau. Secara khusus, proyek tersebut bertujuan meningkatkan produktifitas dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dengan mengembangkan energi terbarukan. Kemudian tujuan lain adalah mengurangi emisi gas rumah kaca, dengan memperbaiki penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam.

Penawaran hibah bagi pengembangan energi terbarukan sendiri adalah salah satu bentuk aktivitas Proyek Kemakmuran Hijau.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin