Menteri ESDM Bahlil Lelang Jabatan Dirjen Minerba

Lelang Dirjen Minerba
Ilustrasi: Kantor Ditjen Minerba, Kementerian ESDM. Dok: Rian.

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut bahwa pihaknya sudah melelang jabatan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba). Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta.

“Dirjen (Minerba) kami, saya sudah lelang,” ungkap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia seperti dikutip tambang.co.id, Selasa (27/8).

Bahlil menjelaskan, lelang jabatan ini sebelumnya atas masukan Plt Dirjen Minerba Bambang Suswantono saat rapat pertama sebagai Menteri ESDM. Kepada Bahlil, Bambang menyebut kalau bisa dirinya fokus di satu jabatan saja yaitu Inspektur Jenderal Kementerian ESDM.

“Pak Bambang ini waktu rapat pertama dia bilang nafas saya ini cuma satu, kalau bisa saya fokus di inspektur aja,” ungkap Bahlil menirukan Bambang.

Permintaan tersebut mendapat respon positif dari Menteri Bahlil dan langsung meminta Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana untuk memproses lelang jabatan tersebut. Bahlil memastikan dalam waktu dekat sudah ada Dirjen Minerba Definitif.

“Karena permintaan beliau dalam rapat, saya langsung memerintahkan kepada Sekjen untuk membuka lelang jabatan untuk Dirjen Minerba. Saya targetkan tidak akan lama sudah ada Dirjen Minerba,” beber Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menyampaikan bahwa ketidakhadiran Dirjen Minerba Definitif sampai saat ini membuat urusan pertambangan mineral dan batu bara tidak terimplementasi secara optimal. 

“Dilalahnya sampai hari ini Dirjen Minerba gak ada, tidak definitif, yang mengurusinya tidak ada,” ujar Mulyanto.

Padahal, imbuh dia, banyak persoalan yang terjadi di sektor mineral dan batu bara seperti pertambangan ilegal, tata kelola pertambangan termasuk masalah di internal Kementerian ESDM seperti kasus korupsi Tunjangan Kinerja (Tukin).

“Ditambah lagi Satgas terpadu tambang ilegal, sudah satu tahun saya ikuti itu sampai hari ini tidak ada kabarnya. Pak Plt Dirjen sangat paham. Belum lagi kasus tentang tunjangan kinerja Ditjen Minerba.

Karena itu, Mulyanto mendorong Menteri ESDM anyar Bahlil Lahadalia untuk meningkatkan perhatiannya terhadap persoalan tata kelola pertambangan mineral dan batu bara.

“Jadi satu kata, dua bulan ini pak, mohon perhatian agar terkait minerba betul-betul tata kelolanya betul, agar PNBP-nya meningkat,” pungkas Mulyanto. 

Soal Tambang Ilegal, Menteri Bahlil: Saya Akan Bongkar

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin