Mining Export Performance Still Sluggish

PERHAPI UMKM
ilustrasi

Jakarta - TAMBANG. The Central Statistics Agency (BPS) has recorded mining export performance in the 1sthalf 2014 at only 12.81% or US$ 11.83 billion. This is down from last year’s figure of 17.13% or $ 15.6.

Suryamin, Head of BPS,stated thatthis is mainly due to the introduction of the mineral export ban since the beginning of the year. "As a result, production beyond minerals and coals have improved,” he said at a press conference in his office on Monday (4/8).

He noted that the policy has also affected Indonesia’s export performance,which fell 2.46% to US$ 88.83 billion. Although overall export activitiesare down, exportperformance in the industrial sector has improved.

Export of industrial goods from January to June 2014 was recorded at US$ 59.09 billion, whereas the value of the share has reached 66.52%. This is a significant increase over the same period of last year, of US$ 56.56 billion atshares value of 62.1%.

Mr. Suryamin added that Indonesia's biggest export market from January to June 2014 remains China with US$ 8.98 billion, followed by the United States with US$ 7.9 billion and Japan with US$ 7.11 billion.

Author: Nova Farida

Translation : Jim Maulana Ichsan ([email protected])

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda