Pekan Ini Freeport Siap Tanda Tangan Kontrak Sewa Lahan Smelter

Pekan Ini Freeport Siap Tanda Tangan Kontrak Sewa Lahan Smelter

Jakarta – TAMBANG. Gresik mantap menjadi tempat pilihan pendirian pabrik pengolahan (smelter) tembaga PT Freeport Indonesia. Pekan ini, Freeport dan PT Petrokimia dijadualkan memandatangani kontrak kerja sama penyewaan lahan.

“Hasil kunjungan saya dan Pak Menteri ESDM, pekan ini mereka tanda tangan kontrak,” ujar Said Didu, Ketua Tim Pengembangan dan Percepatan Pembangunan Smelter Nasional, di Jakarta, Senin (23/3).

Lahan seluas 80 hektare yang disiapkan itu terletak di Provinsi Jawa Timur. Sistem kontrak dipakai karena lahan tersebut merupakan inventaris BUMN, sehingga tidak dapat diperjualbelikan. Rencananya, di atas lahan itu Freeport akan mendirikan smelter yang mampu mengolah hingga 2 juta ton konsentrat tembaga.

Akhir Januari lalu, sebuah nota kesepahaman memang sudah ditandatangani kedua perusahaan untuk membentuk tim khusus yang merumuskan kerja sama secara rinci. Kontrak yang akan ditandatangani dalam pekan ini adalah hasil dari pembahasan lanjutan nota kesepahaman tersebut.

Namun demikian, Said Didu mengaku tidak mengetahui secara rinci isi dari kontrak kerja sama yang akan ditandatangani itu. Menurutnya pemerintah tidak akan campur tangan dalam kesepakatan yang sifatnya business to business (B to B).

"Biarkan mereka yang membahasnya. Kami tidak ikut membicarakan tentang sewa lahan atau kepemilikan saham. Ini untuk menghindari penumpang gelap," pungkasnya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin