Pertamina Buka Akses Pasar UMKM Kain Nusantara

Pertamina Buka Akses Pasar UMKM Kain Nusantara
Jakarta, TAMBANG –  Sebanyak 12 Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) mitra binaan PT Pertamina (Persero) mencatat omset sekitar Rp 500 juta, pada pagelaran Pameran Adiwastra Nusantara 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada 20-24 Maret  lalu.   Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan Pertamina aktif mendorong mitra binaan untuk ikut serta pada sejumlah pameran. Kehadiran UMKM tersebut merupakan wujud pembinaan untuk membuka pasar dan peluang usaha yang lebih luas. Sehingga diharapkan mereka dapat menjadi UMKM yang tangguh dan berdaya saing unggul di kancah Nasional maupun Internasional.   “Kehadiran mereka di arena pameran menjadi etalase produk mitra binaan Pertamina. Kali ini yang mereka tampilkan kain tradisional yang mencerminkan kekayaan bangsa yang beragam, coraknya indah dan mengandung kearifan lokal serta nilai budaya yang tinggi,” kata Fajriyah dalam keterangan resminya, Rabu (27/3).   Dari 12 UMKM Mitra Binaan Pertamina tersebut, tambah Fajriyah, tiga UMKM menghadirkan kain adat Sumatra yakni Songket Bukit Tinggi dan Songket dan Batik Colet dari Palembang. Sementara enam UMKM lainnya menampilkan Batik khas Cirebon, Bandung, Surakarta, Jombang dan Madura. Sisanya tiga UMKM menunjukkan kain khas Pontianak, Gorontalo serta tas kulit dari Merauke.   Menurut Fajriyah, melalui pagelaran yang mengusung tema “Wastra Adati Generasi Digital”, Pemerintah dan Pertamina sebagai BUMN berupaya menarik minat kaum milenial di generasi digital untuk gemar menggunakan kain khas Indonesia.   Pameran kain adat nusantara yang dihadiri sekitar 40 ribu pengunjung tersebut juga menyelenggarakan lomba selendang Indonesia, peragaan busana, talkshow, demo dan workshop serta peluncuran dan bedah buku “Batik Sudagaran” karya Hartono Sumarsono.   Pameran yang dibuka Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto ini mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti BUMN, ESMOD, Perempuan Untuk Negeri (PUN), Dharma Pertiwi, serta beberapa desainer seperti Didit Maulana, Wignyo Rahadi, Pelangi Wastra Indonesia, dan Torang Sitorus    

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin