Perusahaan Malaysia Beli Blok Minyak di Bukit Barisan

Perusahaan Malaysia Beli Blok Minyak di Bukit Barisan
JAKARTA, TAMBANG. KARENA harga minyak terus turun, hingga di bawah US$ 30 per barel, Kulim (Malaysia) Bhd mengoreksi harga pembeliannya terhadap perusahaan minyak dan gas PT Citra Sarana Energy. Pada 10 Desember lalu, Kulim mengumumkan harganya US$ 133,55 juta. Kini harganya dikoreksi menjadi US$ 80 juta.   Citra Sari Energy merupakan perusahaan investasi yang ikut membiayai eksplorasi dan pengembangan lapangan minyak dan gas di Blok Bukit Barisan Barat Daya, Sumatera. Kepada Bursa Kuala Lumpur, Kulim menjelaskan bahwa pembelian itu didanai dengan kas internal.  “Pembelian ini sejalan dengan rencana bisnis Kulim dalam jangka panjang untuk diversifikasi kegiatan usahanya ke sektor lain, selain dari perkebunan kelapa sawit, untuk mengurangi risiko gejolak harga,” ujar Chairman Kulim, Datuk Kamaruzzaman Abu Kassim.   Akuisisi itu dilakukan anak usaha Kulim (Malaysia) Bhd , yakni Kulim Energi Nusantara, Sdn Bhd . Yang dibeli adlah 60 persen saham PT Citra Sarana Energi ( CSE ). Saham itu terdiri dari 6.282 lembar saham di Citra Sarana, penerbitan 6.796 lembar saham baru, setara dengan 31,18% saham di Citra Sarana.   Setelah pembelian ini, Kulim akan menyuntik Citra Sarana modal kerja sebesar USR 15 juta, untuk mengembangkan Blok Bukit Barisan Barat Daya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin