PGN Gelar Aksi Bersih Pantai, 1,1 Ton Sampah Terangkat dari Tanjung Pasir Banten

PGN Gelar Aksi Bersih Pantai, 1,1 Ton Sampah Terangkat dari Tanjung Pasir Banten

Jakarta, TAMBANG – Sebanyak 1,1 ton sampah plastik berhasil diangkat dari Pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Banten, dalam aksi bersih pantai yang digelar PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama Kementerian Lingkungan Hidup. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari masyarakat setempat, mahasiswa, hingga aparat TNI dan Polri.

Selain membersihkan pantai, para peserta juga menanam pohon di sekitar kawasan pesisir. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, aksi bersih pantai (coastal clean-up) efektif meningkatkan kesadaran publik terhadap pencemaran laut, terutama dari sampah plastik sekali pakai yang sulit terurai.

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan pada pengelolaan lingkungan sekaligus dukungan terhadap program pemerintah menjaga kelestarian laut. “Dengan menjaga kebersihan pantai, kita ikut melestarikan ekosistem laut agar tetap sehat dan indah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/10).

PGN sebelumnya juga menggelar kegiatan serupa di Pantai Teluk Labuan, Banten. Perusahaan berkomitmen menjadikan aksi bersih pantai sebagai kegiatan berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami berharap aksi ini memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan mewariskan lingkungan lebih baik bagi generasi mendatang,” tutup Fajriyah.

Pemerintah Desa Tanjung Pasir menyebutkan, tantangan utama adalah menumpuknya sampah plastik yang mengancam biodiversitas laut. “Tidak masalah pantai berpasir hitam, yang penting bersih dari sampah,” kata perwakilan desa.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin