Beranda CSR PT PKN Dan Pemkab Bulungan Tandatangani MoU Beasiswa Untuk Dokter Spesialis

PT PKN Dan Pemkab Bulungan Tandatangani MoU Beasiswa Untuk Dokter Spesialis

Jakarta,TAMBANG, Salah satu pilar dari empat pilar Program Pemberdayaan Masyarakat PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PT PKN) adalah bidang kesehatan. Ada banyak kegiatan yang dilakukan terkait dengan bidang ini. Jika sebelumnya dilakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis pada masyarakat lingkar tambang maka kali ini perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bulungan menyasar tenaga medis.

PT. PKN dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait program penyelenggaraan dokter spesialis. Ini merupakan bukti nyata dukungan perusahaan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan (nakes). Komitmen yang dikukuhkan lewat penandatanganan kerja sama ini juga merupakan salah satu dari sejumlah kegiatan yang telah dilakukan perusahaan sebagai rangkaian peringatan hari jadinya yang ke-25. 

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Support and  Business Development PT. PKN, Tria Suprajeni dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan Imam Sujono. Turut menyaksikan Bupati Kabupaten Bulungan Syarwani.

Di kesempatan itu, Tria mewakili Manajemen PT PKN menjelaskan bahwa sebenarnya hal ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan Pemkab Bulungan dengan Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang. “Kami di sini lebih kepada sifatnya support. Untuk teknis seperti seleksi, itu di pemkab. Insya Allah semua biaya kita yang tanggung, mulai dari seleksi, mendaftar sampai nanti dia kuliah hingga selesai,” terangnya. 

Ia juga menjelaskan dalam kegiatan ini pihaknya berharap di prosesnya nanti para SDM nakes yang disekolahkan tidak hanya mendapatkan bimbingan teknis, tapi juga bimbingan psikologis. Hal ini menurutnya penting agar mereka dapat berpikir bahwa suatu saat mereka harus kembali ke daerah yang menyekolahkannya. 

“Tapi saya pikir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) sendiri pasti sudah punya cara tersendiri untuk bagaimana caranya mengikat agar calon dokter spesialis ini dapat tetap setia untuk mengabdi di Bulungan,” lanjutnya. 

Jika dinilai perlu, yang disekolah ini orang asli Kabupaten Bulungan atau setidaknya punya rekam jejak di Bulungan. Biasanya hal ini akan menjadi faktor yang bersangkutan tetap ingin berbakti di mana tempat dia dibesarkan.

Direktur Support and  Business Development PT. PKN, Tria Suprajeni bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan Imam Sujono

Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PKN yang telah menunjukkan komitmen dan kontribusinya lewat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan mendukung kegiatan pemerintah daerah. “Tentu program ini masih sangat kita butuhkan dalam rangka menghadirkan pelayanan dasar yang optimal bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan,” terang Syarwani. 

Ia pun berharap berharap kerja sama ini bisa berdampak positif bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang memadai dan menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha lain yang beroperasi di Bulungan. 

Terhadap MoU ini, Syarwani juga berharap agar proses seleksi penyelenggaraan dokter spesialis ini dapat dilaksanakan sebaik mungkin. Minimal setelah pendidikan, yang disekolahkan ini berkomitmen untuk kembali mengabdi ke Bulungan. 

“Apalagi ini dibantu sepenuhnya oleh PKN, jadi jangan sampai kita kecewakan PKN. Jika perlu kita buatkan kesepakatan tertulis melalui notaris, agar ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi jika tidak menaati kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Hal yang senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bulungan Imam Sujono. Ia mengapresiasi langkah positif PT PKN dalam mendukung upaya Dinas Kesehatan mencetak tenaga medis khusus dokter spesialis lewat beasiswa pendidikan. Ia menjamin seleksi dokter untuk ikut studi spesialis akan diperketat. Ia tidak ingin kesempatan yang baik tersebut justru hanya menguntungkan satu pihak saja dan merugikan daerah.

“Ini berdasarkan analisis jabatan, jadi kita seleksi dengan betul, kita ingin yang sekolah ini nanti benar-benar kembali, jadi nanti ada pakta integritas dan dasar hukumnya,” terang Imam.

Imam juga menjelaskan untuk tahap pertama pihaknya akan mengirimkan dokter untuk studi spesialis yang sangat dibutuhkan saat ini. “Kita siapkan bedah orthoped karena memang ini yang urgent dan diperlukan,” pungkasnya.

 

Tulisan SebelumnyaHARITA Group Raih Penghargaan dari Bank Indonesia Maluku Utara
Tulisan SelanjutnyaTiga Strategi PTBA Menuju Perusahaan Energi dan Kimia Kelas Dunia