SKF Hadirkan Solusi Kompehensif dan Dukung Keberlanjutan Industri di IEE Series 2023

SKF
Presiden Direktur PT SKF Industrial Indonesia Toto Suharto (kanan) didampingi OEM Service & Solution Head PT SKF Industrial Indonesia Alfajri Abubakar (kiri) menunjukkan solusi digitalisasi SKF untuk industri pertambangan kepada pengunjung Mining Indonesia 2023, di JIExpo Kemayoran, Jakarta (15/9).

Jakarta, TAMBANG – Sebagai perusahaan bearing terbesar di dunia, SKF pamerkan solusi komprehensif yang bisa meningkatkan produktivitas dan mendukung keberlanjutan industri pertambangan di IEE Series 2023.

Adapun solusi yang dihadirkan adalah untuk menjawab tantangan-tantang kritis yang dihadapi oleh industri pertambangan, termasuk kerusakan tak terduga, efektivitas pemeliharaan, transformasi digital, serta penerapan solusi teknologi terdepan dan berkelanjutan.

Solusi komprehensif yang ditawarkan oleh SKF telah dirancang khusus untuk mendorong keberhasilan bisnis melalui optimalisasi mesin-mesin yang digunakan. 

Toto Suharto selaku Presiden Direktur PT SKF Indonesia mengungkapkan bahwa menjaga ketahanan mesin dan operasi yang efisien menjadi tantangan utama para pelaku industri pertambangan.

“Hal ini akan meningkatkan produktivitas, selagi menekan biaya operasional dan pemeliharaan,” ucapnya.

Performa sektor pertambangan dan penggalian dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Data BPS menyebut, sektor ini pada tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,38 persen, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 4 persen.

Pertumbuhan sektor tambang dipicu oleh komitmen pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas tambang.

“Solusi yang tepat dan terintegrasi menjadi krusial untuk memastikan produksi terus jalan bahkan meningkat,” tegas Toto.

Baca Juga: Dukung Industri Yang Berkelanjutan, IEE Series 2023 Hadirkan 18 Seminar

Solusi Kompehensif Tingkatkan Produktivitas

Di Mining Indonesia yang juga merupakan bagian dari IEE Series 2023, SKF menghadirkan solusi untuk keseluruhan sistem konveyor.

Produk dan layanannya mencakup serangkaian solusi bearing, sealing, lubrication, power transmission dan maintenance untuk menjaga konveyor bergerak lebih produktif. Selain itu, teknologi SKF ini juga dapat diaplikasikan pada berbagai alat pertambangan lainnya seperti crushers, vibrating screens, horizontal grinding mills, kins and clinker coolers, dan truck.

SKF juga menghadirkan produk dan layanan yang terintegrasi secara digital (SKF Digitalization Solution). Sebuah solusi yang dirancang untuk memaksimalkan keandalan dan kinerja mesin sekaligus mengurangi biaya operasional.

Salah satu produk yang dipamerkan yaitu alat untuk mengecek vibrasi dari rotating equipment yang ada di konveyor, sehingga premature failure di equipment bisa terdeteksi lebih awal.

“Seandainya ada anomali di equipment, dia sudah kasi alarm untuk maintenance,” kata OEM Service & Solution Head PT SKF Industrial Indonesia, Alfajri Abubakar, Jumat (15/9).

Alfajri menambahkan bahwa jika terjadi downtime maka perusahaan tambang bisa kehilangan potensi pendapatan yang besar. Selain itu, ini juga bisa menjadi solusi ketika breakdown untuk maintenance agar sparepart ataupun sumber daya lainnya tersedia.

“Walaupun kita tahu enam bulan lagi mau breakdown, kan tim maintenance sudah bisa kontak para suppliers spare parts. Itu gunanya,” jelasnya.

Solusi digitalisasi ini memanfaatkan konektivitas Internet of Things (IoT) dengan menghubungkan mesin dan Big Data yang memberikan informasi tentang kinerja mesin serta peluang untuk meningkatkan efisiensi. Hal ini memungkinkan terhindarnya gangguan tak terduga, mengoptimalkan pemeliharaan, dan memperpanjang umur mesin.

SKF Dukung Keberlanjutan Melalui Industri Remanufaktur

Remanufaktur berkaitan dengan proses pengembalian kondisi dan performa produk bekas menjadi seperti barang baru.

Pelayanan remanufaktur merupakan bentuk dukungan SKF pada keberlanjutan. Melalui layanan ini, equipment seperti bearing bisa digunakan sampai tiga kali.

“Contoh saja bearing yang ukurannya besar, beratnya mungkin bisa sampai 200 kilo. Berapa banyak material yang bisa di-saving untuk membuat bearing baru. Dalam setengah tahun, SKF sudah saving material itu hampir lima ton besi dengan adanya remanufacturing,” kata Alfajri, OEM Service & Solution Head PT SKF Industrial Indonesia.

Di sisi lain, melalui industri remanufaktur juga memungkinkan adanya pengurangan emisi karbon dan konsumsi energi yang besar.

“Setiap pembuatan bearing akan ada metal treatment atau heat treatment. Itu memerlukan banyak energi karena ini dibakar sampai 6 jam. Lalu, dalam 6 jam berapa banyak energi yang habis. Tidak hanya material, energi pun banyak habis. Perusahaan juga mendapatkan manfaatnya yaitu bisa menjadi bagian dari sustainability goalnya mereka.”  tutur Alfajri.

Artikel Terkait

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh sekaligus efisien menjadi salah satu perhatian industri pertambangan di tengah dorongan menuju operasional yang lebih rendah emisi. Menjawab kebutuhan tersebut, JAC Motors menghadirkan solusi kendaraan komersial listrik dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

By Rian Wahyuddin
Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan Indonesia memasuki fase operasional yang semakin menuntut efisiensi dalam segala aspek. Mulai dari tekanan produksi, kenaikan biaya operasional, kebutuhan untuk menjaga keandalan alat berat, serta implementasi B50 mendorong pelaku tambang harus memperkuat disiplin perawatan dan mengurangi risiko downtime. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan

By Egenius Soda
Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Jakarta, TAMBANG - Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang dinilai perlu memberikan kepastian hukum bagi investasi jangka panjang, termasuk sektor pertambangan. Kepastian regulasi dianggap penting agar pengembangan sumber daya alam di wilayah kepulauan dapat berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan

By Rian Wahyuddin