Soal Perpanjangan IUPK Freeport, Menteri Bahlil: Bangun Smelter di Papua

Soal Perpanjangan IUPK Freeport, Menteri Bahlil: Bangun Smelter di Papua

Jakarta, TAMBANG – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk membangun smelter di Papua. Permintaan ini sebagai syarat perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI yang akan habis pada 2041.

“Nah dengan perpanjangan, kita minta bahwa harus smelter ini ada satu di Papua, kenapa? Itu menyangkut kedaulatan dan harga diri orang Papua juga,” ungkap Bahlil dalam Konferensi Pers, dikutip Selasa (4/7).

Menurut dia, pembangunan smelter di Papua merupakan bentuk kedaulatan bagi masyarakat setempat. Dia tidak mau kekayaan Bumi Cenderawasih itu hanya dinikmati oleh asing dan masyarakat luar Papua.

“Jangan menterinya sebelum orang Papua sampai Menteri (orang) Papua, masih ditipu-tipu lagi, mana mau kita ditipu-tipu,” tegasnya.

Mengenai lokasinya, Mantan Ketua Umum HIPMI ini belum bisa memastikan karena masih dalam tahap kajian.

“Soal tempatnya di mana, kita lihat lah feasibility study-nya, boleh di Timika, Fakfak, boleh di mana, tapi belum kita putuskan. Masih dalam perhitungan,” imbuh dia.

PTFI memang sudah mengajukan permohonan perpanjangan izin pasca 2041 kepada pemerintah. Hal tersebut diungkapkan Menteri ESDM, Arifin Tasrif.

“Sudah pengajuan. Di 2041 nanti detailnya akan kita bahas. Tentu saja prinsipnya bisa memberikan tambahan pendapatan dan manfaat untuk pemerintah,” ungkap Arifin awal Mei lalu.

Arifin menjelaskan, pengajuan IUPK PTFI lebih awal ini tidak lepas dari kinerja perusahaan yang terus menunjukkan tren positif. Selain itu faktor cadangan yang melimpah juga menjadi salah satu aspek perpanjangan tersebut.

“Progresnya kan bagus periode ini, ke depan kita akan evaluasi lagi berdasarkan perkembangan progres lanjutan,” imbuh dia.

Saat ini PTFI memiliki IUPK dengan perpanjangan masa operasi 2 X 10 tahun hingga 2041. Berdasarkan laman Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM, luas area tambang tembaga Freeport mencapai 9.946,12 hektare dan terletak di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Artikel Terkait

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin
PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

PROMETINDO Didorong Jadi Motor Transformasi Industri Metalurgi Nasional

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi industri mineral Indonesia, khususnya di tengah agenda hilirisasi dan industrialisasi. Organisasi profesi ini didorong tidak hanya memperkuat kompetensi ahli metalurgi, tetapi juga melahirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan industri ke depan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

By Rian Wahyuddin
Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Dirjen Minerba Tri Winarno Dorong PROMETINDO Perkuat Teknologi Metalurgi dan Akselerasi Hilirisasi

Jakarta, TAMBANG – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno mendorong Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (PROMETINDO) mengambil peran strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi metalurgi dan mendukung agenda hilirisasi mineral di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri Winarno dalam Kongres Nasional PROMETINDO 2026 yang digelar

By Rian Wahyuddin