Thermax Siap Dukung Keberlanjutan Industri dan Transisi Energi RI

Thermax

Jakarta, TAMBANG – Perusahaan yang bergerak di bidang energi dan lingkungan berskala global, Thermax siap mendukung keberlanjutan industri dan program transisi energi RI. Perusahaan telah menyediakan solusi inovatif untuk dekarbonisasi, efisiensi energi, dan manajemen air kepada industri pada roadshow eksklusif di Jakarta, Selasa (18/2).

MD & CEO Thermax, Ashish Bhandari menyatakan, Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan kebutuhan energi yang signifikan. Menyeimbangkan pertumbuhan energi dengan keberlanjutan energi memerlukan solusi yang canggih secara teknologi dan di sinilah Thermax hadir.

“Solusi kami untuk energi berbasis biomassa dan uap, pemulihan panas limbah, limbah menjadi energi, dan sistem pengendalian polusi sangat cocok untuk pasar ini,” ucap Ashish Bhandari.

Dengan memanfaatkan inovasi dan membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah, mitra industri, dan sektor manufaktur, kehadiran Thermax bertujuan untuk mempercepat transisi Indonesia menuju ekosistem energi yang lebih bersih dan lebih tahan lama—berdiri bersama mereka sebagai mitra terpercaya dalam perjalanan transisi energi mereka”

 “Komitmen kami terhadap Indonesia lebih dari sekadar kata-kata. Beberapa tahun lalu, kami berinvestasi di sebuah pabrik yang fokus untuk menghadirkan produk yang diproduksi secara lokal dengan filosofi: ‘Di Indonesia, untuk Indonesia, oleh Orang Indonesia’. Pabrik ini kini memiliki lebih dari 100 karyawan,” jelasnya.

“Tahun lalu, kami memperluas operasi kami dengan menambah pabrik lain untuk manufaktur bahan kimia di lokasi yang sama. Rencana kami untuk pertumbuhan di masa depan meliputi perluasan operasi dan penciptaan lebih banyak peluang kerja,” imbuh dia.

Baca juga: Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Integrasi, PT BAR Siap Menghadapi Tantangan Industri

Thermax mengembangkan teknologi yang memungkinkan konversi biomassa menjadi energi, baik dalam bentuk uap, listrik, maupun gas terkompresi (CNG). Teknologi ini memungkinkan penggunaan biomassa untuk menghasilkan etanol yang dapat dicampurkan dengan bensin, bahkan menggantikan sebagian besar penggunaan bahan bakar diesel dengan biodiesel.

“Ada teknologi lainnya, dan Thermax membuat beberapa di antaranya, yang bisa mengubah biomassa ini menjadi etanol, yang bisa dicampurkan ke dalam bensin,” ujarnya.

Kedua, Thermax memiliki teknologi yang memanfaatkan panas dari industri di Indonesia menjadi energi yang dapat digunakan kembali.

Sebagai contoh, Thermax telah mengimplementasikan teknologi yang dapat menangkap panas buangan dari pabrik kelapa sawit dan menggunakannya untuk kebutuhan pendinginan atau pemanas.

“Mengubah panas buangan ini, memberikan kembali sebagai energi, adalah teknologi yang dimainkan oleh Thermax,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin