Vale Eksplorasi Blok Pomalaa dengan Dana US$ 737 Ribu

Jakarta – TAMBANG. Biaya eksplorasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) pada bulan Maret 2015 tercatat sebesar US$ 737 ribu. Kegiatan eksplorasi yang masih berlanjut difokuskan pada daerah-daerah di dalam Kontrak Karya, khususnya di Blok Pomalaa.

“Saat ini yang telah mulai melakukan kegiatan eksplorasi adalah Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara,” ungkap Ratih Amri, Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, dalam laporan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/4).

Eskplorasi dilakukan oleh Vale Indonesia, bersama dengan pihak ketiga, yang melibatkan 2 kontraktor.

Metode yang digunakan adalah pengeboran core drilling HQ-3 untuk program spasi 50m di Bukit Blok Pomalaa. Hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan cadangan, dengan metode block modeling.

"Sampai saat ini, selain aktifitas eksplorasi di Blok Pomalaa, blok eksplorasi lainnya masih menunggu penyelesaian administrasi dokumen tender," tulisnya.

Kegiatan eksplorasi di Blok Pomalaa PIT 6 direncanakan menggunakan 14 unit unit mesin bor. Seluruh aktivitas pengeboran dan pengambilan data geofisika pun dierencanakan untuk mendapat profil laterit yang lengkap.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin