Wacana Kampus dan UMKM Dapat Konsesi, Ketum PERHAPI: Banyak Pihak Terkaget-Kaget

PERHAPI UMKM
ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Sudirman Widhy Hartono, menyebut bahwa wacana pemberian WIUP kepada perguruan tinggi dan UMKM mengejutkan banyak pihak, termasuk para ahli pertambangan.

“Nah ini yang buat banyak pihak terkaget-kaget, terhenyak. Karena walau bagaimanapun juga industri pertambangan merupakan industri yang cukup kompleks,” ungkap Widhy saat ditemui di Jakarta, dikutip Kamis (30/1).

Widhy, yang merupakan Direktur PT Arutmin Indonesia, menjelaskan bahwa industri pertambangan membutuhkan investasi besar, mengandalkan teknologi canggih, melibatkan banyak tenaga kerja, dan memiliki tingkat risiko yang tinggi.

“(Industri pertambangan) Tinggi investasinya membutuhkan dana cukup besar dan harus ditangani secara berhati-hati karena ini berhadapan dengan lingkungan hidup,” jelasnya.

Sebagai ahli pertambangan, Widhy bukan berarti meragukan kemampuan perguruan tinggi dan UMKM dalam mengelola konsesi, tetapi menekankan perlunya kajian mendalam sebelum wacana ini disahkan oleh Baleg DPR RI.

“Bukannya kita tidak percaya kepada perguruan tinggi atau umkm, namun demikian harus banyak telaah mendalam, kalau misalnya UU ini disetujui akhirnya oleh pemerintah dan DPR,” ujar dia.

Widhy berharap usulan agar perguruan tinggi dan UMKM mengelola WIUP mineral maupun batu bara tidak dimasukkan ke dalam draf final revisi UU Minerba.

Perguruan Tinggi dan UMKM Didorong Jadi ‘Mitra Kerja’ Ketimbang Kelola Tambang

“Kami berharap sekali khusus untuk perguruan tinggi dan umkm ini dikaji apakah benar-benar memang sedemikian urgensinya sehingga harus dimasukkan ke dalam revisi UU yang ada. Kami sangat berharap tidak dimasukkan untuk Perguruan Tinggi dan UMKM, bukan tidak percaya mereka mengelola bisnis, tapi kalau masuk pertambangan mari kita bicarakan,” imbuh dia.

Widhy juga mempertanyakan urgensi revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Terkait hal ini, PERHAPI berharap Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengkaji ulang revisi UU tersebut.

 “Di dalamnya adanya usulan memberikan prioritas perizinan pada Perguruan Tinggi dan UMKM. Meski baru dalam tahapan pembahasan awal, namun PERHAPI menyayangkan munculnya rencana ini. PERHAPI meminta untuk dikaji secara lebih mendalam lagi,” beber dia. 

Artikel Terkait

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Kridatama (CK) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyasar warga dari 17 desa, terutama kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di

By Rian Wahyuddin
Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Jakarta, TAMBANG – PT United Tractors Tbk (United Tractors) mendukung pengembangan teknologi elektrifikasi alat berat melalui uji lapangan Komatsu HD785-7 Hybrid EREV, rigid dump truck berkapasitas kelas 100 ton. Pengujian ini berlangsung di wilayah pertambangan PT Kideco Jaya Agung (Kideco), dengan kegiatan operasional yang dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)

By Rian Wahyuddin