Jakarta, TAMBANG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp.243,41 triliun sepanjang 2025.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merinci, PNBP tersebut berasal dari sektor mineral dan batu bara (minerba) yang terealisasi sebesar 104,438 persen dari target, sektor panas bumi sebesar 103,4 persen, serta sektor lainnya yang mencapai 311,05 persen, dengan total realisasi PNBP mencapai Rp138,37 triliun. Sementara itu, dari sektor minyak dan gas bumi (migas), PNBP tercatat sebesar Rp105,04 triliun.
“Di dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) itu Rp.127,44 triliun, dalam APBN ini yang dimaksudkan. Tetapi realisasinya adalah Rp.138,37 (triliun). Ini target dalam APBN, ini realisasi,” beber Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1).
Bahlil menyampaikan, upaya merealisasikan PNBP tersebut tidaklah mudah. Sepanjang tahun 2025, sejumlah komoditas—termasuk batu bara—mengalami fluktuasi harga. Namun, berkat kerja tim dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, realisasi PNBP tetap mampu melampaui target.
“Di saat harga komoditas lagi jatuh, batu bara harganya tidak terlalu menggembirakan beberapa komoditas yang lain. Tapi Alhamdulillah kerja dari kementerian SDM, saya ucapkan terima kasih kepada Dirjen yang telah bekerja luar biasa,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, pada 2024 Kementerian ESDM berhasil membukukan PNBP sebesar Rp.269,5 triliun. Capaian tersebut setara 115 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp.234,2 triliun. Adapun target PNBP ESDM pada 2025 dipatok sebesar Rp255,5 triliun.







