Beranda Mining Services Pabrik Siemens Tingkatkan Daya Saing Manufaktur Lokal

Pabrik Siemens Tingkatkan Daya Saing Manufaktur Lokal

Perayaan HUT ke-25 Pabrik Siemens Cilegon, 28 November 2014. Kiri ke kanan: Christof Cichon (Siemens), Thorsten Hutter (Kedubes Jerman untuk RI), Barman Tambunan (BPPT), Teddy C. Sianturi (Kementerian Perindustrian), Christoph Wollny (Siemens), Josef Winter (Siemens).

Cilegon-TAMBANG. Merayakan seperempat abad beroperasinya pabrik di Cilegon, Siemens bertekad untuk meningkatkan peran dalam memperkuat daya saing industri manufaktur lokal. Pabrik yang menghasilkan komponen-komponen besar untuk pembangkit listrik di seluruh dunia ini pun didedikasikan sebagai pusat pelatihan kompetensi.

 

“Sebagai bagian dari upaya alih pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, Pabrik Siemens Cilegon memanfaatkan momen perayaan ulang tahun ini untuk peresmian Pusat Pelatihan Teknologi Pengelasan dan Uji Non-Destruktif (Welding Technology and Non-Destructive Test Training Center),” ungkap Josef Winter, Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia, Jumat (28/11).

 

Di Pabrik Siemens yang berlokasi di Kawasan Industri Cilegon inilah kondensator terbesar di dunia diproduksi pada tahun 2007, untuk kemudian dikirim ke pembangkit listrik di Finlandia. Perakitan komponen yang kompleks dan berkualitas tinggi tersebut dapat dicapai dengan adanya tim kerja yang handal. Karenanya, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting bagi Pabrik Cilegon.

 

Pusat pelatihan yang baru diresmikan ini rencananya sudah beroperasi mulai tanggal 1 Desember 2014 mendatang. Fasilitas itu juga akan didukung dengan sebuah konsep pelatihan komprehensif dan terencana dalam bidang keahlian seperti permesinan, LEAN production, dan manajemen proyek untuk mengembangkan ketrampilan tenaga kerja, sehingga mampu memberi nilai tambah bagi industri manufaktur Indonesia.

 

Komitmen Siemens dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia ini bukanlah hal baru. Tahun lalu, Siemens Indonesia telah menyumbangkan peralatan pelatihan untuk Laboratorium Kelistrikan dan Bengkel Mekanik milik Politeknik Krakatau di Cilegon, Banten. Kerjasama dengan perguruan tinggi itu hingga kini masih terus terpelihara. Pabrik Siemens Cilegon memfasilitasi program magang dan pelatihan mahasiswa Politeknik Krakatau. Bahkan, pengerjaan pesanan bagian komponen kecil turbin uap pun sudah dipercayakan dalam kerjasama dengan Politeknik Krakatau.

 

Investasi jangka panjang Siemens ditanamkan di berbagai area strategis seperti permesinan dan kompetensi pekerja. Ini memungkinkan Pabrik Cilegon untuk memainkan peran kunci dalam memproduksi dan memasok kondensator besar serta bagian komponen lain untuk turbin gas dan uap ke seluruh belahan dunia.

 

Rencananya, Pabrik Siemens Cilegon juga akan memperluas portofolio produknya dengan pembuatan turbin uap kecil. Hal ini merupakan bagian dari strategi Siemens untuk mendukung program peningkatan pembangkitan listrik yang dicanangkan Pemerintah RI. Salah satu proyek untuk kebutuhan domestik yang sedang dikerjakan adalah perakitan empat turbin uap berkapasitas 8,5 MW untuk proyek PLN di Timika, Papua.

 

“Siemens telah menjadi mitra terpercaya dalam pembangunan infrastruktur Indonesia selama hampir 160 tahun. Kami akan senantiasa memainkan peran kunci ini, dan berkomitmen untuk terus tumbuh dan maju bersama Indonesia. Investasi kami dalam bisnis dan manufaktur di negeri ini akan memastikan adanya alih pengetahuan untuk mengembangkan dan menyebarkan berbagai teknologi inovatif, efisien, dan berkelanjutan. Ini akan membantu Indonesia berkembang dan menjadi lebih kompetitif dalam persaingan dunia,” pungkas Josef Winter.

Artikulli paraprakRusia Tawarkan PLTN Berteknologi Paling Aman
Artikulli tjetërJadi Bos Pertamina, Dwi Harus Berantas Mafia Migas